Latest Post

Pesan Ketua RW Kepada Warga RW.06 Srengseng Sawah

Written By RW Segudang Prestasi on Rabu, 07 Agustus 2013 | 08.54

Rw Segudang Prestasi -- Ketua RW 06 Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan, Joko Wiranto menghimbau kepada warga RW.06 yang mudik ke kampung halaman untuk menitipkan pengawasan rumah kepada  Pengurus RT Setempat  atau kepada yang tidak pulang kampung.

"Warga yang pulang kampung atau mudik saat Lebaran, sebaiknya menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga yang tidak mudik. Lalu, titipkan juga kepada Ketua RT dan penjaga keamanan setempat," kata Joko Wiranto di Jakarta, Rabu (7/8).

Joko Wiranto juga berpesan kepada seluruh warga agar melakukan pengecekan rumah secara teliti dan menyeluruh sebelum berangkat menuju kampung halaman. "Harus hati-hati sebelum meninggalkan rumah. Pastikan semua aliran listrik dan peralatan listrik dalam keadaan mati. Jangan lupa, cek juga pintu dan jendela, kunci semuanya rapat-rapat," ujar Joko wiranto.

Tindakan pengecekan secara keseluruhan, kata Ketua RW O6 ini, masih sering dilupakan warga sebelum berangkat mudik, sehingga berdampak merugikan bagi pemudik.

"Padahal sebetulnya pengecekan keseluruhan ini wajib dilakukan sebelum mudik. Kalau tidak dicek, nanti bisa terjadi kebakaran, perampokan dan lain-lain. Saat kita pulang, harta kita sudah tidak ada. Tentu kita tidak mau ini terjadi," tutur Joko Wiranto.

Ketua RW 06. Mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1434 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, Allah SWT menerima amal Ibadah Puasa Ramadhan, dan kita semua kembali kepada Fitrah.

Ketertiban Pangkal dari Keteraturan: RT 10 Pelopori Lingkungan Warga Yang Tertib, Bersih, dan Sehat

Written By RW Segudang Prestasi on Rabu, 03 Juli 2013 | 06.30

Seluruh Aparat Pemerintah Daerah khususnya aparat dibidang penertiban seperti Polisi Pamong Praja, mempunyai kewajiban moral untuk menyampaikan informasi dan himbauan yang terkait dengan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati/Walikota serta produk hukum lainnya kepada masyarakat. Hal tersebut dapat dilakukan dilingkungan keluarga, tempat tinggal, tempat ibadah maupun di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk melakukan pembinaan.

"Metode yang dilakukan dalam pembinaan ketentraman dan ketertiban umum adalah dengan membina saling asah, asih dan asuh diantara  masyarakat tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing dalam rangka peningkatan ketaatan dan kepatuhan masyarakat demi kebaikan bersama, Dengan demikian harapan  untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam proses pembangunan dalam segala bentuknya akan dapat terwujud dengan .Selain itu pelaksanaan pembinaan, ketentraman dan ketertiban umum juga dapat dilakukan dengan cara terlebih dahulu membuat satu aturan yang disepakati dan dijalankan secara bersama sama" demikian pernyataan yang disampaikan oleh Bapak Nasip Munadi Ketua RT.10 RW.06 Kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa Jakarta Selatan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Bapak Nasib Munadi dalam rapat pengurus RT.10 RW.06, dalam rangkaian penyusunan tata tertib untuk warga RT.10. Secara umum rancangan untuk tata tertib dimaksud adalah sebagai berikut yang akan di bawa dalam musyawarah warga RT.10.


POKOK POKOK PERATURAN DAN TATA TERTIB RT.10.RW.06
BAHAN RAPAT
WARGA RT.10.06 KEL.SRENGSENG SAWAH
KECAMATAN JAGAKARSA-JAKARTA SELATAN

Bismillahirrahmanirrahim,
Ketua Rukun Tetangga  RT.10 . RW.06 . Kelurahan Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa :
Menimbang, :
  1. Bahwa seiring dengan kesibukan pekerjaan dan terbatasnya waktu berkomunikasi dan tatap muka antara pengurus RT.10 RW.06 dengan warga, maupun antara sesama  warga, berpotensi muncul tindakan warga yang dapat mengganggu ketertiban, Ketentraman, kebersihan dan kenyamanan warga RT 10.RW.06 secara umum.
  2. Bahwa, untuk menyemimbangkan hak dan kewajiban seluruh warga RT.10 RW.06 sehingga  terdapat kesamaan pandang tentang hal- hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh warga RT.10 yang berkaitan dengan usaha menjaga Ketertiban, ketentraman, kebersihan dan kenyamanan bagi semua warga, dibutuhkan satu panduan untuk dipahami dan dipatuhi secara bersama-sama
  3. Bahwa, sampai saat ini belum terdapat peraturan tata tertib yang dapat dijadikan landasan bagi warga RT.10 untuk menjaga Ketertiban, ketentraman, kebersihan dan kenyamanan, sebagaimana dimaksud  huruf b, maka dipandang perlu untuk ditetapkan Tata Tertib Warga RT. 10 RW.06  dalam bentuk Surat Keputusan Ketua RT. 10.
Memutuskan :
Menetapkan Tata Tertib Warga RT.10 RW.06 Sebagai Berikut:
  1. Setiap orang yang berdomisili di wilayah RT 10 RW 06, baik penduduk maupun pengontrak / penyewa adalah warga RT.10 RW 06 
  2. Warga baru, Pengontrak/Penyewa, selambat-lambatnya dalam waktu 1 minggu sejak tinggal di RT.10 RW.06 wajib melaporkan diri kepada pengurus RT dengan melampirkan foto copy KTP, KK, dan Surat Nikah. Saat melaporkan diri ke pengurus RT harus didampingi oleh pemilik kontrakan.
  3. Setiap warga RT.10 RW.06 yang akan membangun atau merehabilitasi tempat tinggal, diharuskan memberikan informasi kepada tetangga sekitar lokasi, menjaga kebersihan, menata penempatan material serta kelancaran lalulintas jalan, dan harus melaporkannya kepada pengurus RT sebelum pelaksanaan dilakukan
  4. Guna tertib administrasi data kependudukan, Setiap Warga yang akan pindah domisili dari wilayah RT.10 RW.06, diharuskan melaporkan diri kepada pengurus RT
  5. Setiap warga dilarang keras memproduksi, menyimpan, mengedarkan, menggunakan narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya, dilingkungan RT.10 RW.06. Setiap warga wajib melaporkan kepada pengurus RT dan pihak yang berwajib apabila mengetahui adanya pelanggaran terhadap hal ini dilingkungan RT.10 RW.06
  6. Setiap warga dilarang berjudi, melakukan tindakan asusila, dan tindakan kriminal lainnya dilingkungan RT.10 RW.06. Apabila tertangkap tanggan akan diserahkan kepada pihak kepolisian.
  7. Setiap warga yang menerima tamu/kerabat yang bermaksud menginap lebih dari 2 (dua) hari, maka wajib melapor kepada pengurus RT.10 sebelum 1 x 24 Jam
  8. Setiap warga yang melakukan transaksi jual beli / hibah atas tanah / bangunan yang berada di wilayah RT.10 RW.06 wajib melaporkannya kepada ketua RT
  9. Warga RT.10 RW.06 wajib berpartisipasi secara aktif dalam menjaga keamanan, kebersihan dan ketertiban lingkungan, serta menjaga kerukunan antar umat beragama
  10. Untuk tindakan pencegahan dari penyebaran penyakit, dan menciptakan keindahan lingkungan, setiap warga diharuskan membersihkan pekarangan dan selokan diareal masing-masing, termasuk juga bagi pemilik dan penyewa bangunan.
  11. Setiap warga RT.10 RW.06 yang akan mempunyai hajatan, pesta pernikahan dan sejenisnya dengan mengadakan hiburan yang akan mengundang keramaian, penutupan jalan dan membutuhkan penggunaan fasilitas umum lainnya, harus terlebih dahulu melapor dan mendapatkan ijin dari pengurus RT selambat-lambatnya 3 Hari sebelum hari pelaksanaan
  12. Warga RT.10 RW.06 yang memiliki hewan peliharaan, wajib memperhatikan pengamanan, kebersihan dan kesehatan hewan yang dipelihara, sehingga tidak mengganggu dan membahayakan warga lainnya. Pemilik hewan peliharaan harus dapat memastikan terbebasnya lingkungan dari bahanya penyakit yang disebabkan baik oleh kotorannya, maupun oleh hewan itu sendiri.
  13. Setiap orang yang memiliki lahan kosong di lingkungan RT.10 RW.06, bertanggung jawab menjaga kebersihan, keindahan / keasrian lahan miliknya. Apabila yang bersangkutan tidak mampu, dapat bekerjasama dengan pengurus RT untuk pemberdayaannya sebelum digunakan oleh pemilikinya.
  14. Dalam hal terjadi perselisihan atar warga, hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah dan kekeluargaan. Cara damai adalah cara terbaik untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan main hakim sendiri, pengurus RT RT.10 RW.06 bertanggungjawab mengupayakan tercapainya kesepakatan dari semua bentuk perselisihan antar warga guna tercapainya perdamaian.
  15. Setiap warga RT.10 RW.06 dilarang untuk membunyikan musik dengan volume terlalu tinggi untuk memastikan tetangga tidak merasa terganggu.
  16. Semua pihak baik individu mapun organisasi yang ingin meminta sumbangan dari warga RT.10 RW.06 harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Ketua RT.10 RW.06.
  17. Setiap warga RT.10 RW.06 wajib berpartisipasi secara aktif dalam seluruh kegiatan yang di programkan dan dilaksanakan oleh pengurus RT
  18. Ketersediaan dana pada kas RT.10 digunakan untuk mendukung keperluan warga, maka Setiap KK termasuk (Pemilik /Penyewa) diharuskan membayar iuran rutin paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.
  19. Semua aturan dan tata tertib yang termuat pada 18 butir uraian di atas, dimaksudkan untuk menjamin interaksi dan keteraturan dalam semua bentuk aktifitas warga di lingkungan RT.10 RW.06 Kelurahan Serengseng Sawah. Tata tertib ini juga dimaksudkan untuk menjamin dan menyeimbangkan antara hak dan kewajiban seluruh warga di lingkungan RT.10 RW.06, dalam pengertian lain: Pengurus RT RT.10 RW.06 akan mengupayakan hak-hak warga yang menyesuaikan diri dengan tata tertib yang ada, dan sebaliknya pengurus RT.10 RW.06 berhak melakukan teguran kepada warga jika tidak mematuhi tata tertib yang berlaku.

Hal-hal yang belum tercantum dalam pokok-pokok peraturan dan tata tertib warga di lingkungan RT.10 RW.06 ini akan diatur kemudian. Perubahan atas pokok-pokok peraturan dan tata tertib warga di lingkungan RT.10 RW.06 ini dimungkinkan apabila disepakati oleh warga dalam apat musyawarah Rukun Tetangga. (RT) / *Eculatif

Walikota Jakarta Selatan, Hadiri Pengobatan Gratis di RW 06 Srengseng Sawah Jagakarsa

Written By RW Segudang Prestasi on Senin, 17 Juni 2013 | 05.33

Hari ini, Selasa Tanggal 18 Juni 2013 RW 06 Srengseng Sawah Jagakrasa kembali melaksanakan kegiatan Pengobatan Gratis, Pelayanan KB Gratis, dan Seminar dengan tema Hidup Sehat Tanpa Narkoba. Kegiatan yang di laksanakan oleh RW dengan segudang Prestasi ini menjadi istimewa karena tidak hanya di hadiri oleh warga RW 06 Srengseng sawah, tetapi juga dihadiri oleh Wali Kota Jakarta Selatan Bapak Drs. H. Syamsudin Noor, M.Si

Tim Baksos RW 06 sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan sangat baik, termasuk kesiapan Tim PKK RW. 06. Kegiatan bakti sosial  untuk warga kali ini langsung di koordinasikan oleh Bapak H. Joko Wiranto selaku RW.06 dengan bantuan seluruh RT dan karang taruna.


Kegiatan ini juga terkait dengan dukungan terhadap Indonesia yang telah menyepakati MDGs bersama negara-negara lain di New York pada tahun 2000 yang di tandatangani oleh 189 Negara di dunia termasuk Indonesia,  yang terus berupaya mengatasi masalah kemiskinan dan pemiskinan di kalangan masyarakat kita.

Masalah kemiskinan dan pemiskinan, sangat erat kaitannya dengan isu-isu sosial seperti rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, pelayanan kesehatan yang tidak terjangkau rakyat miskin, kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya angka penderita HIV/AIDS, serta kematian ibu dan balita.

“MDGs bukan hanya berarti asal semua orang bisa sekolah SD sampai SMP, asal ibu tidak mati karena melahirkan, asal anak di bawah usia lima tahun tidak meninggal karena kena penyakit. Tujuan MDG`s tidak hanya itu, tetapi Tujuan pembanguan milenium, selalu dibenturkan dengan persoalan minimnya anggaran yang dimiliki pemerintah. Padahal tujuan-tujuan itu dapat tercapai dan dipenuhi dari anggaran pemerintah baik melalui APBN maupun APBD.

“Kuncinya tata pemerintahan yang baik sangat penting utuk penanggulangan kemiskinan,” demikian Joko wiranto memberi penjelasan. Seperti diketahui MDG`s dalam istilah Indonesia adalah tujuan pembangunan milenium. Kesepakatan MDGS lahir pada September 2000 dan diprakarsai oleh 189 negara yang bergabung dalam United Nations Member States dimana Indonesia merupakan salah satu anggotanya. 

Delapan agenda MDGs yang ingin dicapai pada tahun 2015 ke depan adalah memberantas kemiskinan dan kelaparan, mewujudkan pendidikan dasar bagi semua, mendorong kesetaraan jender dan memberdayakan perempuan, mengurangi tingkat kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit lain, menjamin kelestarian lingkungan, dan mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. (*)

Tampaknya Delapan agenda MDGs Indonesia, harus dilakukan dengan senergi seluruh komponen bangsa,  Tentu keberhasilannya sangat ditentukan peran serta  aktif seluruh masyarakat, dan RW 06 dengan segudang prestasinya merasa bertanggung jawab untuk mensukseskannya./ Nurdin Latif

Kartu Jakarta Sehat Warga Rt. 10

Written By RW Segudang Prestasi on Senin, 27 Mei 2013 | 00.39

Kartu Jakarta Sehat (KJS) merupakan satu solusi untuk warga masyarakat yang hendak berobat ke Rumah Sakit. Pemerintah DKI Jakarta telah bekerja sama dan menunjuk beberapa Rumah sakit yang melayani pelayanan kesehatan masyarakat dengan menggunakan KJS

Walaupun KJS merupakan solusi dalam berobat ke Rumah Sakit, kartu ini tidak boleh digunakan oleh semua orang. Kartu Jakarta Sehat hanya boleh dimiliki oleh warga masyarakat dengan syarat-syarat tertentu, Jika ingin tahu persayaratannya secara rinci, silahkan berhubungan dengan RT/RW sesuai tempat kediaman/alamat domisili masing-masing. Pengurus RT/RW pasti akan memberikan penjelasan secara lengkap, baik kriteria dan syarat administrasi yang diperlukan.

Kartu Jakarta Sehat (KJS) untuk warga RT 10/RW06 Srengseng Sawah Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan, sampai saat ini sedang dalam proses pengurusan, diharapkan kepada warga Rt.10/Rw. 06 untuk sabar menunggu, semoga secepatnya bisa kita gunakan, dan Pengurus RT 10 akan memberitahukan kepada warga jika nantinya KJS telah selesai dan bisa di gunakan. Namun demikian Mencegah Penyakit Jauh Lebih Penting daripada Mengobati. */Rt.10. Terima kasih

Peresmian Rumah Warga RW 06 Srengseng Sawah

Written By RW Segudang Prestasi on Kamis, 23 Mei 2013 | 08.33

Walikota Jakarta Selatan Anas Efendi meresmikan rumah serbaguna PKK RW 06 Srengseng Sawah Jagakarsa yang berada di areal tanah seluas 400m3 dan menelan biaya 500 juta berada di jalan Wika RT.08/06 kelurahan Srengseng Sawah Jagakarsa, pembangunan rumah serbaguna ini adalah berkat hasil swadaya masyarakat.

 Anas Efendi katakan pembangunan rumah serbaguna di seluruh kelurahan selalu akan saya dorong masyarkat untuk peduli gotong royong ini akan kita gelorakan terus menerus sehingga rumah sehat multifungsi di seluruh kelurahan dapat terwujud,” katanya yang didampingi Ketua TP PKK Kota Administrasi Jakarta SelatanYanti Anas Efendi dan Lurah Srengseng Sawah Kholit Mawardi saat meresmikan Rumah Serbaguna RW 06 Srengseng Sawah Jagakarsa, Sabtu (24/12)

 Rumah Serbaguna adalah sarana tempat pertemuan masalah masyarakat dan bila diperlukan juga bisa untuk hajatan kawinan, kithanan warga, taman bacaan, posyandu maupun BKB PAUD dan lainnya,”jelasnya

 Pembangunan Rumah serbaguna dibangun tanpa anggaran APBD dan idenya keluar dari mantan Ketua TP PKK Jaksel Astati Syahrul Effendi yang selalu setiap turun ke kelurahan, RT, RW. Ternyata masih banyak warga yang masih menyedihkan dengan tingkat perekonomian yang rendah atau miskin. Berbagai cara dilakukan untuk menggalang kekuatan para donatur guna turun membantu,”terangnya.

Sementara Ketua RW 06 Joko Wiranto  yang membantu terbangunnya rumah serbaguna ini berharap warga Srengseng Sawah, dapat mempergunakan dan dapat diaplikasikan sebagai program walikota Jakarta Selatan, semua mengenai perizinan dan surat-surat sudah kita selesaikan dan sudah siap.

Setu Babakan, Pelatikan Walikota Jakarta Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com — Poniyem, salah seorang pedagang laksa di Setu Babakan, menyampaikan harapan agar nantinya pasca-pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan, Setu Babakan lebih dikenal. Poniyem berharap agar Setu Babakan jangan hanya dijadikan tempat pacaran anak muda.

"Jumlah pengunjungnya masih sedikit, sebatas anak muda asyik berpacaran aja. Semoga pemerintah lebih menggencarkan promosi," kata Poniyem di sela-sela acara pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan pada Rabu (15/5/2013).

Dalam kesempatan untuk merayakan pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan, sejumlah pedagang makanan tradisional Betawi di Setu Babakan mendapat kesempatan untuk menyajikan hidangan kepada tamu. Selain laksa, hidangan tradisional Betawi yang tersedia lainnya seperti kerak telor, bir pletok, ataupun es selendang mayang.

"Ini gratis, nanti habis pelantikan baru boleh makan," ujar Poniyem yang berasal dari Cilacap, Jawa Tengah, ini.

Selain menyajikan hidangan khas Betawi, acara pelantikan juga dimeriahkan dengan iringan gambang kromong, jenis musik tradisional Betawi. Nuansa tradisional Betawi memang kental sebab Setu Babakan merupakan danau yang menjadi kawasan pusat budaya Betawi.

Acara pelantikan dimulai sekitar pukul 08.15 WIB. Tidak lama setelah tiba, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo langsung melantik Syamsudin Noor sebagai Wali Kota Jakarta Selatan yang baru menggantikan Anas Effendi yang dimutasi pada Februari yang lalu. Acara pelantikan berakhir sekitar pukul 08.45 dilanjutkan acara ramah-tamah.

Peran Serta Masyarakat Sebagai Ujung Tombak Penyelamatan Bangsa dari Bahaya Narkoba

Jakarta (JAKnews) - Kepedulian masyarakat terhadap dampak negatif penggunaan narkoba menjadi hal yang sangat baik bagi kehidupan generasi bangsa yang lebih baik lagi.
"Saat ini masyarakat begitu antusias dan lebih berinteraktif kepada kami dari pihak BNN. Seperti sekarang ini, walaupun yang hadir banyak dari ibu-ibu Tim Penggerak PKK bahkan lansia se-Kecamatan Jagakarsa ini, namun mereka tetap semangat. Mereka melontarkan pertanyaan, kalau menemukan indikasi adanya penyalahgunaan narkoba, harus apa mereka lakukan," ujar Direktur Peran Serta Masyarakat Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol Drs Siswandi kepada wartawan di sela-sela acara diskusi dalam rangkaian Deklarasi Anti Narkoba.

Siswandi menambahkan, kalau masyarakat sudah banyak berperan, pastinya kami dari pihak pemerintahpun menjadi ringan. Sebab, yang selama ini tersumbat, dengan apa mereka mesti menyalurkan aspirasi mengenai temuan-temuan penyalahgunaan narkoba, dengan adanya pertemuan semacam ini mereka jadi lebih percaya diri, bahwa ada pihak yang mendukungnya.

"Namun, kami tetap berharap agar masyarakat tetap berpartisipasi. Kami tidak bisa berjalan sendiri, sekali lagi, kami tekankan bahwa kami sangat butuh peran serta dari masyarakat,"ungkap jenderal bintang satu pada wartawan, Sabtu (20/4) di Sekretariat RW 06.

Sementara, Kasubdit Lingkungan Kerja dan Masyarakat BNN, Dik Dik Kusnadi menambahkan tugas pokok dari BNN adalah bagaimana mengajak peran serta masyarakat untuk bisa peduli dan sadar terhadap bahaya narkoba.

"Kita buat masyarakat sadar, bahwa korban itu sudah banyak. Dan, kami ingin mencoba bagaimana narkoba menjadi ancaman yang luar biasa serta dirasakan oleh semua orang, sehingga masyarakat tidak cuek lagi, karena narkoba bisa mengancam siapa saja, bisa dirinya, keluarganya dan lingkungannya,"jelasnya.

Masih menurutnya, tugas BNN endingnya adalah bagaimana menciptakan lingkungan bersih narkoba. Salah satu cara ideal adalah banyaknya kegiatan positif.

"Kami memberikan apresiasi kepada RW 06, karena ini salah satu yang mendekati ideal, sudah ada pola hidup sehat. Apalagi dengan adanya lingkungan potensial wisata disekitar sini, ini perlu diantisipasi dalam penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Tentu katanya lagi, dalam diskusi seperti ini, yang pada akhirnya ibu-ibu dapat mengetahui ciri-ciri bagi orang pengguna narkoba seperti apa? kalau sudah ada yang menggunakan harus seperti apa?.

"Ada hal yang dilema namun ini perlu diketahui masyarakat. Bilamana bagi masyarakat merasa menjadi pecandu, jadi jangan tunggu di tangkap. Datanglah ke BNN untuk minta diarahkan agar bisa di rehabilitasi untuk dipulihkan atau disembuhkan,"himbaunya.

Ditempat yang sama Ketua RW 06 Kelurahan Srengseng Sawah, H Joko Wiranto mengatakan salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah, wujud keprihatinan sebagai tokoh masyarakat dan inilah waktunya untuk berperan aktif.

"Penggunaan narkoba pada usia muda, selain dapat merusak kesehatan juga dapat memicu terjadi pernikahan usia muda. Seperti yang pernah saya diskusikan dengan salah seorang Direktur di BKKBN, bahwa yang ikut andil dalam pertumbuhan jumlah penduduk. Karena setelah mereka memakai narkoba, akhirnya mereka melakukan seks bebas (free sex) hingga hamil dan berdampak meningkatnya laju pertumbuhan penduduk," tandas Joko Wiranto, yang akrab disapa Jokowi yang didampingi salah seorang anggota LMK kelurahan Srengseng Sawah, Eddy Supriyadi.

Sedangkan acara Deklarasi tersebut akan dilaksanakan besok (Minggu, 21 April 2013, red) di Bantaran Timur Setu Babakan RT 011/06, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. (idris)

Pengobatan Gratis Diserbu Warga RW-06 Srengseng Sawah

JAGAKARSA (Pos Kota) – Ratusan warga di RW 06, Kel. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan antre menunggu giliran mendapatkan pengobatan gratis berkaitan dengan kehadiran rumah multi fungsi di lingkungan setempat. Mereka berharap tak hanya pengobtan gratis, tapi juga bantuan gratis sembako diberikan.

“Kami senang dengan adanya program pengobatan gratis yang dilakukan di rumah multi fungsi sebagai salah satu program Pemda DKI Jakarta khususnya Pemkot Jaksel menanggani berbagai permasalahan warga tak mampu tapi kalau bisa diikuti dengan pemberian bantuan sembako gratis,” ujar Ny. Minah, warga RT 03/06, Kel. Srengseng Sawah, Jagakarsa, Sabtu (14/4).

Menurut dia, kegiatan pengobatan gratis sangat dinantinkan warga yang ada di wilayah ini tapi kalau bisa juga dilakukan bazaar murah atau gratis bagi warga tak mampu yang ada di kelurahan ini.

Kehadiran rumah multi fungsi di lingkungan RW 06, tambah Ny. Arum, warga lainnya, tentunya sangat dinantikan untuk lingkungan RW yang lain kalau bisa alah setiap satu atau dua RW ada rumah mulit fungsi sehingga warga dapat dilayani saat membutuhkan.

Sekodya Jaksel Usmayadi didampingi Camat Jagakarsa Jahrudin, Lurah Srengseng Sawah Cholid Mawardi dan Ketua RW 06 Djoko Wiranto, mengakui kehadiran dan keberadaan rumah multi fungsi sangat penting bagi warga di lingkungan setempat untuk memberikan pelayanan secepatnya serta menjadi salah satu tempat untuk berinteraksi antar warga sekitar.

“Saya belum genap satu bulan menjabat atau menduduki jabatan sebagai Sekretaris Kota Madya (Sekodya) di Jaksel tapi melihat antusiaas warga untuk dating memeriksakan kesehatan secara gratis dan memanfaatkan rumah multi fungsi tentunya menjadi bangga,” tuturnya.

Melihat ratusan warga yang antre menunggu giliran untuk mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, tambah Usmayadi, ini tentunya akan menjadi masukan ke Pemda DKI khususnya Pemkot Jaksel terlebih Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan kesehatan ke warga karena mereka sangat antusias untuk memeriksakan kesehatan diri mereka.

Ketua RW 06 Djoko Wiranto, mengakui untuk kegiatan bakti social yang dilakakukan di rumah multi fungsi ini ada sekitar 400 kepala keluarga tak mampu yang menerima pelayanan kesehatan gratis di sini.

Kegiatan bakti sosial gratis di lingkungan RW 06 tak bisa terlaksana tanpa bantuan dari sejumlah phak, imbuhnya yang mengaku kegiatan ini bekerjasama dengan seluruh kader PKK di Kel. Srengseng Sawah, katanya. (anton/b)
Teks : Warga serbu pengobatan gratis di Jagakarsa, Jakarta Selatan. (anton)

BKB PAUD Srengseng Sawah Ditunjuk Wakili Jaksel ke Tingkat DKI

LENSAINDONESIA.COM : Bina Keluarga Balita Pendidikan Anak Usia Dini (BKB PAUD) Kemuning RW 06 Kelurahan Srengseng Sawah merupakan yang terbaik di tingkat Kota Jakarta Selatan dan berhak mewakili ke tingkat Provinsi DKI Jakarta. Dengan banyak menyandang perhargaan seperti salah satunya juara lomba BKB PAUD tingkat Kota tahun 2012.

Asisten Kesmas Jayadi menyampaikan hal tersebut. Ia didampingi Ketua TP PKK Jaksel Yanti Anas Efendi, Camat Jagakarsa Jahrudin dan Lurah Srengseng Sawah Cholik Mawardi saat penilaian lomba BKB PAUD tingkat Provinsi DKI Jakarta di PAUD Kemuning RW.06 Srengseng Sawah Jagakarsa,Jakarta Selatan Rabu (2/5/2012).

”Pengelolaan BKB PAUD mendapat perhatian Pemkot Jakarta Selatan, dengan dibangunnya Rumah Serba Guna PKKini telah memberikan beasiswa S1 secara gratis bagi 150 guru PAUD agar mempunyai kompetensi yang standar dalam pengajaran bagi muridnya,” kata Jayadi.

Menurut Jayadi, melalui upaya ini dapat terciptanya proses belajar dan mengajar BKB PAUD yang efektif, efisien dan berhasil guna.Penilaian ini dapat dijadikan sarana peningkatan profesionalisme para kader PKK dalam mengelola, membina dan proses belajar mengajar kelompok BKB PAUD. “Untuk itu, seluruh pengurus dan jajaran masyarakat berusaha BKB PAUD Kemuning tidak hanya terbaik di Jakarta Selatan tapi terbaik di tingkat provinsi DKI Jakarta bahkan di tingkat nasional,”ujarnya.

Tim Penilai Jumadi dari kantor KB Provinsi DKI Jakarta mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi untuk menyambut HUT Kota Jakarta ke 485, sekaligus peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke 40.” BKB PAUD sebagai program dedicated Pokja II TP PKK sangat strategis dalam menyiapkan SDM potensial dimasa mendatang,” imbuh dia.

Dijelaskan, salah satu cara merangsang pertumbuhan dan perkembangan anak adalah dengan cara mengajak untuk bermain, karena bermain anak akan menggunakan sensori motorik atau fungsionalnya sehingga anak dapat menyalurkan daya imajinasinya.” Anak betah bermain bila ada Alat Permaianan Edukatif (APE) yang dapat merangsang kecerdasannya,”jelasnya.

Jumadi menambahkan, dengan kegiatan lomba ini dapat termotivasi para kader PKK agar senantiasa berupaya meningkatkan kualitas kader PKK, serta peran aktif perempuan dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan pemberdayaan perempuan berbasis keluarga.”Pihaknya dalam melakukan penilaian akan obyektif, adil, jujur, netral dan secara moral dapat dipertanggung jawabkan,”imbuhnya.@winarko

Pendidikan Di Tengah Persepsi dan Fenomena Sosial Masyarakat

Written By RW Segudang Prestasi on Selasa, 23 April 2013 | 12.32

Pendidikan secara difinisi adalah perbuatan sadar untuk merubah keadaan dari tidak tahu menjadi tahu, disertai dengan perubahan tingkah laku (prilaku) kearah yang positif/kearah yang lebih baik sesuan norma agama, norma masyarakat dan negara.

Dibeberapa negara kawasan Asia, Eropa, Amerika dan negara maju lainnya, seorang kepala negara atau seorang Jenderla angkatan bersenjata "fasih" bermain piano, bermain saxophone, violin atau alat musik lainnya.

Banyak juga ilmuan, yang memiliki hoby bahkan terampil bermain basket, bulu tangkis, bela diri dan berbagai jenis olah raga. Bahkan di negara lain banyak pemimpin atau rakyat biasa memiliki multi talenta, seorang rektor universitas sekaligus pemanjat tebing atau pembalap di jalur-jalur berbahaya.

Di Indonesia menjadi berbeda ada semacam persepsi yang bersifat identik. Kecerdasan, ilmuan, intelektual, identik dengan orang-orang bertubuh kecil, dan sering sakit-sakitan, tidak terlalu terampil olah raga, cenderung tertutup, dan agak kurang bergaul apalagi sampai mengikuti trend mode dan gaya.

Seniman, kecuali yang profesional, identik dengan hidup "apa adanya" lusuh, tidak terawat, kadang makan terkadang tidak yang penting asyik asyik saja asal "kopi dan rokok tersedia" 

Jika yang bebadan "tegap dan berpostur besar"  seakan akan memiliki tato yang tersembunyi dibelakang pakaiannya, atau ada juga yang terlihat secara nyata bahkan sengaja memamerkannya, agar terlihat lebih sangar. sehingga dipersepsikan mereka adalah debt collector, preman, "tukang gebuk" berbadan besar seakan akan tidak suka berfikir dan berseni. Ini hanya pesrsepsi saja, maka terkadang kita menemukan ketika orang orang mengkritik Presiden SBY, tersebut dengan "Percuma Bertubuh Besar Tapi Tidak Mikir" tetapi pasti bukan karena itu juga lalu SBY terpaksa mengarang lagu dan bermutasi menjadi artis.

Presiden SBY mungkin memang seperti itu dikaruniai postur yang ideal sebagai seorang presiden, gemar berolah raga sekaligus menggemari musik, indentik dengan banyak kepala negara di belahan dunia lainnya.

Tentu persepsi dan fenomena di atas bukanlah gambaran khas Indonesia, dan tidak selalu seperti itu, namun demikian seperti itulah secara umum yang berlaku dan dipersepsian  oleh orang-orang.

Kenapa hal di atas bisa terjadi, mungkin saja karena pendidikan Indonesia tidak memiliki road map yang baku dan konsisten, contoh nyata adalah RSBI yang dibatalkan oleh MK, dan UN yang selalu menjadi cemoohan masyarakat.

Pendidikan yang baik tentu harus bermula dari keluarga. Tiga hal saja yang harus dikuasai oleh putra dan putri kita sebelum mereka memasuki jenjang pendidikan setingkat akademi, atau pendidikan tinggi
  1. Olah Rasa : Pendidikan agama, budi pekerti, bahasa, seni dan sastra
  2. Olah Pikir : Aritmatika, logika, dan pilsafat
  3. Olah Raga: Dalam tubuh yang sehat akan terdapat jiwa yang sehat.
Selebihnya adalah keterampilan produktif sesuai dengan bakat, minat, dan kompetensi yang dipersyaratkan oleh pendidikan lainjutan yang akan diikutinya, atau dipersyaratkan oleh dunia kerja yang akan dimasukinya.

Lebih baik mempelajari sedikit hal, tetapi banyak dan mendalam, daripada mempelajari banyak hal tetapi sedikit sedikit  dan dangkal.  Pendidikan adalah proses pembebasan manusia dari keterbelakangan, dan penindasan. Keterbelakangan dan penindasan ekonomi, politik dan penindasan dari yang kuat kepada yang lemah.

Semua dasar dari perjuangan adalah untuk mempertahankan hidup, tetapi banyak orang harus kehilangan kehidupannya karena soal yang sebenarnya sederhana saja. beberapa kejadian saling berakhir dengan kematian, karena memperebutkan sesuatu, atau karena ketersinggungan. 

Lalu apa alasannya sampai terjadi korban, karena untuk mempertahankan hidup. Anehnya dengan alasan untuk mempertahankan hidup ternyata banyak orang kehilangan nyawa. Jika harus mempertahankan hidup, semestinyalah semua orang menjauhkan diri dari potensi kematian, dan pendidikanlah satu cara untuk membebaskannya./ Irwantra


Gallery RW Segudang Prestasi

 
Support : Creating Website | Rumah Warga 06 | RW 06 Media Center
Copyright © 2011. RW Dengan Segudang Prestasi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger